Hanya Cintaku yang takkan Pindah

Filed Under (my journey) by risyasarasvati on 21-01-2012

Tagged Under : , , , ,

Ah, sayang sekali aku baru mengetahui adanya Moving Service sore tadi. Padahal sebulan yang lalu aku pindah apartemen dari Kuningan ke Pondok Club Vilas di TB. Simatupang. Andai aku tahu ada RajaPindah, pasti tak perlu meminta bantuan teman sekantor. Tak enak saja meminta mereka mengangkut puluhan kardus berisi buku-buku favoritku. Ya, cuma itu barang terbanyak yang menguasai ruang pribadiku.

Obor Sea Games Menyala, Obor Cintaku Membara

Filed Under (my journey) by risyasarasvati on 08-11-2011

Tagged Under :

Sabtu pagi aku mendapatkan SMS dari teman bloggerku. Seperti biasa, ia selalu menulis pesan singkat. Mungkin konsisten dengan istilah ’short message’

Sebelum pergi, lihat dulu TORCH Sea Games di Kan-Pus Indosat!

Ya, hanya itu. Dan anehnya akupun langsung setuju. Jadwal penerbanganku jam 12 siang. Kubisakan mampir sebentar, deh. Lagi pula Torch Sea Games adalah event yang menarik untuk dilihat.

Mencintai Indonesia karena Orang Asing

Filed Under (my journey) by risyasarasvati on 24-09-2011

Tagged Under :

Aku tergerak untuk menulis tentang cinta negeri karena ulah teman-temanku di kantor. Mereka selalu membanggakan negara lain dan orang-orangnya yang dianggap lebih bermartabat. Yang Amerika minded, selalu mengomentari persoalan politik di negeri ini dengan mereferensikan sistem politik dan pemerintahan Amerika Serikat.

Surat Tentang Cinta

Filed Under (my letter) by risyasarasvati on 16-04-2011

Tagged Under :

Menerima surat dari sahabat dan adikku, Kania. Terima kasih ya.

Puisi tentang cinta dan kekuatan Tuhan yang kamu tulis amat membuka keadaan psikismu. Betapa cinta telah menghimpit hidupmu. Mengubah kebahagiaan menjadi kekecewaan berlapis-lapis. Namun kamu termasuk orang yang diberkahi Tuhan dengan kekerasan hati.

Aku Merindukanmu, Nurdin.

Filed Under (my world) by risyasarasvati on 17-02-2011

Tagged Under : ,

Nurdin. Nama ini selintas memang tak enak didengar. Apalagi jika kita mengingat perihal persepakbolaan Indonesia. Nurdin ketua umum PSSI itu sempat menjadi tokoh berita berminggu-minggu. Ketegarannya dalam menghadapi ofensif orang-orang yang tak menyukainya bolehlah diacungi jempol. Ia tak bergeming ketika banyak orang menginginkannya mundur dari jabatan Ketum PSSI.

Penumpang Ojeg dan Safety Riding

Filed Under (my world) by risyasarasvati on 04-01-2011

Tagged Under :

sumber : http://pictures.maleber.net

Sebagai karyawan yang punya kewajiban hadir di kantor tepat waktu dan tak memiliki kendaraan sendiri, ojeg adalah pilihan terakhir. Dengan ojeg, kita bisa mempercepat waktu menyalip kanan dan kiri menembus kemacetan. Banyak karyawan sepertiku yang amat menggantungkan kredit kehadirannya kepada ojeg. Bisa dibilang, ojeg dan karyawan.

Terlalu Dalam

Filed Under (my letter) by risyasarasvati on 28-07-2010

Tagged Under : ,

Meskipun pernah kunyatakan, ingin melupakanmu
Nyatanya tak pernah benar-benar terlupakan
Kau terlalu dalam, memahat namamu di pikiranku

Chiang Mai, July, 25, 2010

Akhirnya

Filed Under (my journey) by risyasarasvati on 13-06-2010

Tagged Under :

Akhirnya aku bisa terbebas dari bayanganmu

Selamat menikmati hari baru dengan dia yang katamu tak kau cintai

Cinta akan tumbuh di antara kalian

Rasanya Jatuh Cinta

Filed Under (my letter) by risyasarasvati on 09-04-2010

Tagged Under : , ,

Ia memaksaku datang pada resepsi pernikahannya. Kukatakan padanya, aku tak ingin hari bahagianya menjadi rusak karena kehadiranku. Tetapi ia tetap memaksaku datang, sebagai penghormatan atas pertemanan yang pernah kami lakukan dulu. Ya, dia memintaku datang sebagai teman.

Pemahat Hati

Filed Under (my letter) by risyasarasvati on 29-03-2010

Tagged Under :

Belasan hari aku berusaha menutup celah hati. Kupaksakan agar ia tak menyerap melalui celah hatiku dan menguasai pikiranku dengan pesonanya. Kenapa aku begitu mudah mencintainya. Mengapa pula aku amat sulit melupakan sosoknya yang belum lama kuamati.

Sejak pertemuan terakhir dengannya, aku tak pernah benar-benar bisa melupakannya. Itu adalah saat yang indah sekaligus nyaris napasku tertahan untuk beberapa detik. Sungguh di luar dugaan, ia menyatakan cintanya. Dan di luar dugaanku pula, ia menyatakan rencananya menikahi perempuan lain yang mencintainya. Ia mencintaiku tapi ia tak menikahiku.